Tidak ada seorang muiid Zen pun yang berani mengajar, sebelum ia pemah hidup bersama Gurunya paling sedikit sepuluh tahun lamanya.
Tenno, sesudah berguru selama sepuluh tahun, menjadi seorang pengajar. Pada suatu hall ia berkunjung kepada Guru Nan-in. Waktu itu haii hujan, maka Tenno memakai bakiak dan membawa payung.
Ketika Tenno masuk, Nan-in berkata kepadanya: 'Engkau meninggalkan bakiak dan payungmu di depan pintu, bukan? Ingatkah engkau, payungmu kau letakkan di sebelah kanan bakiak atau di sebelah kirinya?'
Karena tidak dapat menjawab, Tenno menjadi bingung. Ia menyadari bahwa ia belum mampu membina kesadaran tak kunjung henti. Maka ia menjadi murid Nan-in dan belajar selama sepuluh tahun lagi untuk mencapai kesadaran tak kunjung henti.
Orang yang mempunyai kesadaran tak kunjung henti adalah orang yang memberikan perhatian penuh pada setiap saat: Dia sungguh seorang Guru.
Anthony De Mello SJ
Cari Blog Ini
Rabu, 09 November 2011
Kesadaran Tak Kunjung Henti
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar