1. Kamera merupakan peralatan optic yang dalam kinerjanya memerlukan persyaratan-persyaratan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Salah satunya adalah pencahayaan yang harus sesuai dan focus yang harus tepat.
2. Dalam metodenya hasil pengambilan gambar kamera kemudian akan dimasukkan ke dalam perangkat computer untuk dilihat dan dianalisa oleh petugas entry sebagai pemindai angka stand yang ada dalam gambar hasil pengambilan kamera. Hasil pemindaian petugas entry dipengaruhi oleh kualitas gambar pengambilan kamera (dalam hal ini kemampuan petugas catat meter dan kualitas kamera sangat berpengaruh), kualitas penerimaan perangkat computer terhadap data gambar dan kualitas optic mata dari masing-masing petugas entry.
3. Ketika hasil pengambilan gambar kamera kurang maksimal akan mempersulit petugas entry untuk memindai angka secara tepat. Ketika kualitas perangkat computer tidak sanggup menerima data gambar secara baik maka yang nampak hanyalah gambar buram yang tidak jelas. Ketika optic mata petugas entry terus menatap dan berusaha menemukan angka yang tepat maka lambat laun optic mata petugas entrypun sampai pada titik jenuh kelelahannya. Akhirnya petugas mau tidak mau harus memasukkan angka stand sesuai dengan penafsiran mereka tanpa memperdulikan ketepatan angka itu sendiri. (secara tidak langsung hal ini merupakan bentuk rekayasa angka).
4. Guna mendapatkan hasil pengambilan gambar kamera yang maksimal, petugas akan berusaha (itu pun kalau memang diusahakan) menemukan titik focus dan pencahayaan yang dianggap paling bagus sehingga memerlukan waktu yang cukup lama. Kinerja petugas menjadi relative lebih lambat bahkan kalau dibandingkan dengan metode manual (dengan menggunakan DPM)
5. Bahkan urutan pengambilan gambar oleh petugas catat meter diharuskan berurut satu demi satu sesuai urutan RBM guna mempermudah pengentry-an angka stand oleh petugas entry. Apabila syarat pengambilan gambar oleh petugas catat meter yang berurut sesuai urutan RBM tidak terpenuhi maka akan semakin membingungkan dan mempersulit petugas entry. Karena terlampau bingung dan sulit akhirnya mengambil keputusan untuk merekayasa angka stand sesuai dengan pemakaian rata-rata.
6. Dengan demikian, tugas dan tanggung jawab terhadap ketepatan angka stand kwh meter lebih terletak di atas pundak petugas entry. Petugas baca meter tak lebih hanya mengoperasikan alat kamera tanpa mempedulikan angka stand di kwh meter pelanggan (yang penting meterannya udah difoto tak peduli hasil angka standnya bagaimana)
7. Kamera tidak memerlukan input data pln sebagai syarat untuk pembacaan meter sehingga kemungkinan untuk ’curi start’ cukup besar terlebih waktu yang disediakan PLN cukup sempit dan kinerja dengan alat kamera perlu waktu yang lebih lama. (informasi tanggal pengambilan gambar dalam gambar kamera bisa dimanipulasi) Hal ini akan berpengaruh dengan Lossis PLN karena jadwal pembacaan yang tidak menentu.
Sumber :
- Analisa Penulis
Cari Blog Ini
Selasa, 08 November 2011
KELEMAHAN PERALATAN KAMERA DALAM PEMBACAAN KWH METER PELANGGAN PLN
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
11 komentar:
where to buy ambien online ambien drug forum - ambien sleep hangover
order ativan lorazepam 1 mg sublingual - buy lorazepam cheap
ambien zolpidem ambien cr discount coupon - ambien videos
ativan drug lorazepam rx online - romazicon ativan overdose
zolpidem high ambien side effects paranoia - side effects zolpidem 10mg tablets
diazepam 10 mg dosage of diazepam for dogs - buy very cheap diazepam
alprazolam online 0.5 xanax and alcohol - buy xanax online legit
ativan medication lorazepam ratiopharm 1mg nebenwirkungen - duration of ativan withdrawal
buy lorazepam buy ativan without no prescription - lorazepam buy online uk
cheap generic ativan ativan overdose and treatment - ativan vs xanax bluelight
buy lorazepam online ativan side effects nih - ativan to valium conversion
Posting Komentar